Rabu, 22 Mei 2013

PEMANDANGAN INDAH DI PAGI HARI

Alhamdulillah hari ini bisa shalat subuh jama'ah di masjid. Hal yang paling sulit aku lakukan selama 3 bulan yang lalu. Tenang rasanya hati setelah melaksanakan shalat subuh. Untuk lebih menikmati pagi akhirnya aku memutuskan buat keliling-keliling naik motor. Kebetulan aku ke masjidnya pake motor karna jarak masjid dari rumah kira-kira 500 meter.

Shalat subuh berjamaah pertama kali setelah 3 bulan ini aku disuguhkan pemandangan yang romantis hehehe.. ya mungkin menurutku kata romantis cukup pantas disematkan pada pemandangan yang aku lihat.

Ketika aku datang ke Masjid aku melihat sepasang suami istri beserta seorang putri mereka datang ke masjid dan shalat berjamaah. Aku tau mereka sepasang suami istri beserta anaknya karna mereka tetanggaku hehee.. hanya berjarak 5 rumah. Pemandangan ini aku anggap romantis karna ini adalah kondisi dimana seorang imam (ayah/suami) mengajak makmumnya (anak dan istri) bersama-sama menyapa Allah. Waktu subuh yang banyak melalaikan manusia karna pada jam-jam itulah mimpi akan terasa lebih indah dan suasana yang dingin-dingin sejuk penuh kenyamanan (karna aku juga sering masih tidur waktu subuh.. beneran nikmaaaaaaaaat) hehehe..

Setelah shalat subuh aku memutuskan untuk jalan-jalan keliling desa. Pemandangan pertama yang aku temui aku melihat sepasang suami istri yang masih muda berjalan santai. Sang istri sedang hamil (kalo diliat kira-kira usia kehamilannya 5-6 bulan). Pemandangan yang romantis seorang suami terlihat menjaga dan bertanggung jawab atas keselamatan istri dan calon bayi. Semoga keromantisan mereka selalu bertahan.. amiiin

Perjalanan aku lanjutkan sampai aku melihat seorang suami istri yang siap berjualan ayam potong. Ya, suami istri yang bekerjasama mencari nafkah ini aku anggap pemandangan yang romantis. karna dengan bekerjasama keromantisan akan jelas terlihat.

Berjarak 1 km dari pemandangan sepasang suami istri yang sedang bersiap untuk mencari rizki, aku melihat sepasang suami istri yang sudah tua sedang jalan santai. Umur yang tua tidak menyurutkan semangat mereka untuk menjaga keromantisan. Romantis dalam menjaga kesehatan.

Ya, keromantisan akan membuat kita lebih kuat, semangat dalam menjalani hidup. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar